welcome to Rary Triguntara Portfolio

Arsip Penulis

Pameran Foto Dua Dunia ( iPRO –> Insomnia Production )

Image

Foto Dua Dunia (Dunia Nyata Pameran – Dunia Maya Blog/Web Portfolio)
======================================================
Hobby photography sangat banyak bermunculan seiring berkembangnya teknologi digital masa kini. Banyak diantaranya yang rela membeli camera dengan harga 4-7 juta demi mendapatkan hasil photo yang memuaskan. namun apa hal mendasar dari tiap orang memiliki sebuah camera di jaman masa kini??

Pertanyaan mendasar diatas mungkin bisa menjadi renungan setiap orang yang saat ini memiliki camera baik itu DSLR (Digital Single Lens Reflect) maupun camera pocket serta HP/Tablet dan lain-lain.

Melalui tulisan ini, penulis melihat banyak foto yang dihasilkan para penghobby fotografi namun hasil akhirnya (muara) menuju ke Hardisk external bahkan bila memungkinkan hasil foto di upload di social media (Jejaring sosial) seperti Facebook/twitter. Sangat jarang fotografer yang memiliki blog bahkan bingung mau memulai dari mana, berbeda juga dengan fotografer profesional yang memang sudah mengetahui akan dikemanakan hasil akhir dari karya foto yang sudah dihasilkannya. Disini sangatlah diperlukan, bahkan wajib hukumnya bila seorang hobby fotografer memiliki setidaknya blog untuk membuat portfolio (album hasil karya) dari setiap karya fotonya karena dengan demikian akan banyak orang yang bisa melihat jenis karyanya sehingga mampu mendatangkan penghasilan dari foto yang dihasilkan.

Beberapa foto yang biasanya mendatangkan penghasilan diantaranya : foto pre wedding, post wedding, foto kuliner, foto villa (design exterior/interior), foto landscape (pemandangan alam), foto budaya, foto jurnalistik (memiliki makna berita), foto macro (biasanya flora/fauna untuk di majalah), foto Underwater , foto model , dan masih banyak lagi.

Sekarang tergantung dari setiap fotografer mau terjun ke bidang mana, apakah sekedar penikmat pribadi (koleksi foto sendiri) ataukah untuk mendapatkan kepuasan lain (prestige/pameran) bahkan juara lomba foto dengan menghasilkan uang.

Apakah perlu mengikuti pameran foto ??
Apa manfaatnya bagi fotografer ??
Apakah harus memiliki camera yang mahal bila mengikuti pameran ??
Apakah Saya hobby photography wajib memiliki Portfolio ??
dan masih banyak lagi pertanyaan yang muncul di benak setiap fotografer.
Ya, setiap orang yang sudah pernah memiliki hasil karya foto banyak di computer (hardisk) sudah saatnya mengeluarkan stok foto yang ada, untuk apa ? untuk dipamerkan dalam ajang pameran. Apa Manfaatnya ?? fotografer mendapatkan apresiasi dari semua pengunjung pameran, bahkan bisa terbuka jual/beli foto oleh pengunjung dengan pemilik foto (layaknya gallery seni photography) dengan mengedepankan Undang-Undang Hak cipta, serta fotografer bisa belajar banyak hal dari setiap karya yang dipamerkan di ajang pameran photography karena banyak hasil karya dari fotografer professional (expert), intermediate, amatiran, dan beginner (pemula) berkolaborasi menjadi win-win solution.

Tidak harus memiliki camera mahal untuk ikut ajang pameran foto, yang paling penting adalah “Man Behind The Gun” (orang yang menggunakan camera untuk menghasilkan hasil karya foto yang baik). Camera Pocket pun bisa asalkan kualitas megapixel memungkinkan dan foto tidak pecah saat dicetak dengan ukuran besar minimal 12R (30x40cm).

Semua fotografer wajib memiliki portfolio, bukan di facebook/twitter karena itu hanyalah “JUMPER” dari hulu yakni Blog (gratis) maupun website (berbayar). Kenapa bukan di Social media (facebook/Twitter) ?? karena saat ini banyak fotografer yang terkena hack (bajak) facebook sehingga hasil karya fotonya hilang sekejap, sehingga tingkat keamanan di blog/web lebih terjamin. Selalu ingat dan gunakan facebook/twitter (social media) hanya sebagai jumper (pengungkit/pelompat/pelontar/promosi) dan blog/web sebagai backup server dari semua hasil karya foto anda, karena apabila Facebook di hack maka masih ada cadangan portfolio anda di blog/web.
Ini adalah pengalaman yang dibagikan dari para photografer yang sudah menjadi korban hack akun di Facebook sehingga semua album karya foto terbaik hilang sekejap.
Tips lainnya : Jangan mengakses password, username untuk blog/web anda menggunakan computer di warnet-warnet, karena sangat rentan di hack menggunakan keylogger, meskipun itu memang terpaksa sekalipun. Sebaiknya mencari wifi hotspot dan akseslah melalui laptop/tablet , computer pribadi anda pada saat ingin posting portfolio album foto.

ingatlah selalu pentingkan secure (keamanan) disaat setiap maintenance hasil karya portfolio anda, gunakan watermark bila diperlukan namun jangan sampai merusak karya foto (opacity diatur sewajarnya).

Mungkin itu saja beberapa informasi yang mungkin berguna buat penghobby fotografer, yang masih bingung mau mengarah kemana setelah menginvestasikan dananya ke camera, lensa dan assesorisnya yang notabene lumayan harganya.

“Mari belajar dan terus belajar”, semakin anda jepret, menghasilkan banyak karya foto menjadi portfolio disanalah bukti bahwa andalah memang seorang photographer yang konsistensinya diakui, bahkan bisa balik modal dari semua yang sudah anda investasikan sebelumnya.

Berbagai Benefit (keuntungan) yang diperoleh fotografer kemarin (22-24 Juni 2012) saat mengikuti pameran apresiasi yang diadakan oleh iPRO (Insomnia Production) di Kutabex Mall, yaitu :
1. Foto dicetak ukuran 12R dengan kualitas terbaik (laminating).
2. Foto dipajang dalam display sketsel terbaik (plus lampu) selama 3 hari pameran.
3. Foto dipamerkan di Mall dengan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik .
4. Foto bisa diperjual-belikan layaknya gallery Seni Photography (harga tergantung kesepakatan Photographer dan Pembeli).
5. Foto Bisa dibawa pulang untuk dibingkai apabila tidak laku terjual di pameran dengan mendapatkan caption nametag.
6. Peserta Photography mendapatkan Piagam Penghargaan atas partisipasinya dalam Ajang Pameran Photo.
7. Sebagai ajang promosi (portfolio) hasil karya fotografer baik pemula, intermediate bahkan professional.
8. Sebagai wadah alternatif penghobby foto untuk penyaluran hasil karyanya di dunia nyata (Pameran) selain di dunia maya (jejaring social, flickr, blog, web).
9. Mewujudkan impian setiap photografer memiliki gallery secara nyata (pameran photo).
10. Merangsang fotografer untuk terus berkarya dengan thema pameran foto yang berubah-ubah, sehingga hasil karya terus berkembang dan tidak mentok di hardisk bergiga byte.
11. Peserta Pameran mendapatkan workshop edukasi tentang manfaat blog/web photography untuk portfolio album (kumpulan hasil karya photo) dari Bapak Hendra W. Saputro yaitu Pembicara Bali Orange Communication dan Bali Blogger Community. Disinilah penghobby fotografi mengetahui kemana arah (muara) yang akan dituju, setelah menginvestasikan dananya ke camera dengan berbagai karya stock fotonya dalam hardisk computer.
12. Peserta pameran memperoleh gimmick/merchandize dari sponsor DIPAR BALI (Goverment Tourism of Bali) berupa Peta Hunting wilayah Bali , bekal brosur untuk travel guide.

dan masih banyak lagi…

“Banyak hobby photo bermunculan di tahun 2012, namun wadah untuk menampung hasil karya di dunia Nyata sangatlah kurang, semoga iPRO (insomnia production) selaku event organizer mampu untuk menjawab akan kebutuhan ini sebagai langkah nyata apresiasi di Tahun kedua terhadap POTRET BALI yang sudah menghasilkan 20 eBook tentang Pulau Dewata.”

semoga event Pameran Photo seperti ini terus berkembang guna membantu promosikan Wisata dan promosikan photografer yang masih berjalan sendiri-sendiri sehingga iPRO menjadi pemicu di BALI untuk memulainya dengan bekerjasama dengan lintas komunitas , diantaranya DINAS PARIWISATA BALI (DIPAR BALI) , POTRET BALI, BALI BLOGGER COMMUNITY (BBC), BALI PHOTOGRAF, BALI ORANGE COMMUNICATION (BOC), PERHIMPUNAN FOTOGRAFER BALI (PFB) , TABANAN PHOTOGRAFER FORUM (TPF) , DENPASAR PHOTOGRAFER COMMUNITY (DPC) , KUTA PHOTOGRAPHER COMMUNITY (KPF), BALI PHOTOGRAPHY GUIDE (BPG) dan masih banyak lagi.

Salam Photography

iPRO ( INSOMNIA PRODUCTION )
www.insomniapro.wordpress.com
www.facebook.com/groups/insomniapro

Image


Tentang

Rygun photography adalah seorang photographer yang bernama Rary Triguntara, yang berasal dari campuran Tabanan (Bali) dan Sabu (NTT). Rygun photography mengerjakan foto underwater, landscape, nature, serta event sejak tahun 2008.
Setiap photography yang dikerjakan memiliki pesan yang terkandung di dalam setiap foto (seni photography). Berbagai moment yang dipercaya kepada  Rygun Photography diantaranya : Event PT.Sari Husada yang merupakan Danone group,  Pameran photography International di Art Centre Bali, serta prewedding.

Saat ini, sambil mengerjakan proyek foto fauna dan modelling , Rary Triguntara yang akrab disapa “K’Gun atau bli Gun”  ini  juga menjadi freelance photographer di INSOMARI (INformation, SOftware, MultimediA, Realtime) yaitu mitra kerja TELKOM Speedy Kupang dan komunitas Bali Photographer For Indonesia (BPFI).


About

Rygun photography is a photographer named Rary Triguntara, derived from a mixture of Tabanan (Bali) and Sabu (East Nusa Tenggara). Rygun photography is working for underwater photo, landscape, nature, and the event since year of 2008.

Any photography that do have a message that is contained in each photo (art photography). Various moments are believed to  Rygun Photography, like : Event PT.Sari Husada which is the Danone group, International photography exhibition at the Art Centre of Bali, and prewedding .

 

Currently, while working on photo projects fauna and modeling, Rary Triguntara familiarly called “K’Gun or bli Gun” is also a freelance photographer in INSOMARI (Information, Software, Multimedia, Realtime) which partners of Speedy Telkom Kupang and Bali Photographer Community for Indonesia (BPFI).